KUPAS NUSANTARA

Sabtu, 18 April 2026

Ribuan Warga CFD Teredukasi! Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Tertib Lalu Lintas dan Tanam Kepedulian Lingkungan



Pekanbaru, kupasnusantara-site – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas dan Program Green Policing yang dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (19/04/2026).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, dan melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Ditlantas Polda Riau.


Dalam suasana santai namun penuh edukasi, kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi kampanye keselamatan berlalu lintas serta pengenalan program Green Policing kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang hadir di lokasi CFD.


Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat sesi kuis interaktif digelar. Para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa helm, tumbler, buku panduan keselamatan berlalu lintas, balon, hingga bibit pohon sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi nyata.


Dalam keterangannya, AKBP Dasril menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menanamkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban. Melalui Green Policing, kami juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Apresiasi juga datang dari masyarakat yang hadir di lokasi CFD. Salah satu pengunjung, Hendri, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Polantas Riau.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat, apalagi disampaikan dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Kami sebagai masyarakat merasa lebih dekat dengan polisi, dan tentunya jadi lebih sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas serta menjaga lingkungan. Kami mengapresiasi Polantas Riau yang terus aktif memberikan edukasi Kamseltibcar Lantas dan program Green Policing,” ungkapnya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Kami terus mendorong pendekatan edukatif dan humanis dalam setiap kegiatan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Melalui momentum CFD ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green Policing,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa Ditlantas Polda Riau akan terus konsisten hadir di tengah masyarakat dengan berbagai inovasi kegiatan yang edukatif, kolaboratif, dan berdampak positif bagi keselamatan serta kelestarian lingkungan.


Selain itu, momen spesial juga diberikan kepada masyarakat dan anggota Polri yang berulang tahun di bulan April dengan penyerahan bibit pohon sebagai simbol harapan akan kehidupan yang berkelanjutan.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.


Dengan pendekatan humanis dan edukatif, Ditlantas Polda Riau terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta mendukung lingkungan yang lebih hijau dan lestari.(***)

Pelepasan Pejabat Lama Dan Perkenalan Pejabat Baru Lapas Narkotika Rumbai

Pekanbaru, kupasnusantara-site - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar acara Pelepasan Pejabat Lama dan Perkenalan Pejabat Baru, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Kepala Seksi 
Bimbingan Narapidana Anak Didik Dan Kegiatan Kerja. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, yang berlangsung di Aula Lapas Narkotika Rumbai. (Jum'at, 17/04/2026)

Dalam pisah sambut tersebut jabatan Kepala Subbagian Tata Usaha yang sebelumnya dijabat oleh Ade Kurniawan digantikan oleh Budi Hamidi. Lalu Kepala KPLP sebelumnya dijabat oleh Ridho Kurniawan digantikan oleh Theo Tri Utama Panggabean. Serta Kepala Seksi Binadik dan Giatja yang sebelumnya dijabat oleh Ralphy Prasetyo digantikan oleh Sunu Istiqomah Danu.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Narkotika Rumbai yang menyampaikan terimakasih atas pengabdiannya kepada pejabat yang lama dan kepada pejabat yang baru selamat bergabung.

"Saya pribadi mengucapkan selamat dan sukses kepada pejabat yang lama, raih terus prestasi dan raih cita-cita serta berikan yang terbaik kepada negeri, serta selamat bergabung kepada pejabat yang baru semoga dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan sinergi di segala lini untuk kemajuan Lapas Narkotika Rumbai ini," ujarnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.

Di Tengah Arus Modernisasi, Bupati Siak Ingatkan Ancaman Lenyapnya Identitas Melayu

Pekanbaru, kupasnusantara-site — Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi, yang dinilainya mulai menggerus identitas budaya dan nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengabdian leluhur kepada sultan adalah nilai yang harus terus dijaga lintas generasi.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari warisan sejarah itu sendiri.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, yang tidak hanya terkait wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak bisa hanya bersifat simbolik, melainkan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, termasuk pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya Melayu tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh hadirin untuk terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.

Jumat, 17 April 2026

Sambut Sensus Ekonomi 2026, Bupati Afni Dorong Pembangunan berbasis Data

Kupas Nusantara, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak terus mematangkan arah pembangunan sosial ekonomi kedepan dengan menitikberatkan pada penguatan sektor ekonomi dan perluasan lapangan kerja upaya menekan angka pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni, dalam Rapat Koordinasi arah pembangunan sosial ekonomi daerah dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Jumat (17/4/2026).

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah indikator strategis Kabupaten Siak tahun 2025, mulai dari indikator ekonomi, perkembangan inflasi, indikator sosial masyarakat, hasil survei MBG, kegiatan program nasional tahun 2026, hingga kondisi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan data kependudukan Kabupaten Siak.

Bupati menegaskan bahwa data dari BPS tidak boleh hanya dipandang sebagai angka, tetapi harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan tindakan nyata Pemerintah Daerah.

“Data bukan sekadar angka, tapi action. Gunakan data ini untuk kepentingan masyarakat. Sampaikan juga ke provinsi bahwa kita ini punya peran dalam perekonomian daerah," kata Bupati.

Selain itu, data ini juga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, evaluasi kinerja. Seperti angka kemiskinan, pengangguran, serta menetapkan sasaran program sosial dan ekonomi secara tepat.

"Data harus valid, karena jika data ini sampai ke pusat dan Pak Presiden tidak mendapat informasi yang valid maka efeknya ke mana-mana dalam pengambilan kebijakan,” terang Bupati Afni.

Ia juga minta para Kepala Dinas agar lebih aktif memperjuangkan kebutuhan daerah ke pemerintah provinsi dengan berbasis data, termasuk untuk pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan program prioritas lainnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perekonomian Kabupaten Siak sangat bergantung pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang harus terus dijaga dan diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

"Kata kunci dari Kepala BPS ialah bilamana sektor tersebut terganggu maka akan terjadi potensi PHK, jadi mari kita jaga," tegasnya. 

Selain fokus pada sektor ekonomi, Bupati juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret untuk memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi generasi muda.

Bupati kemudian menginstruksikan Dinas Pertanian dan Dinas Ketenagakerjaan untuk menyiapkan program pemberdayaan bagi pemuda yang belum bekerja agar dapat diarahkan menjadi pelaku usaha di sektor pertanian.

“Untuk Dinas Pertanian, coba siapkan lahan yang kita punya, 2 hektare saja untuk anak muda yang pengangguran. Kita coba arahkan mereka agar bisa berusaha, terutama di bidang pertanian, kita tekan pengangguran,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kecamatan diminta berperan aktif dalam melahirkan wirausaha muda baru sebagai bagian dari strategi perluasan lapangan kerja.

Bupati Afni turut mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Siak untuk mendukung pelaksanaan sensus tahun 2026. Mari kita membuka pintu dan menyambut petugas sensus yang datang ke rumah masing-masing,” tutupnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap arah pembangunan tahun 2026 dapat lebih terarah, berbasis data, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Rahma/MC Kabupaten Siak)

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62



Kupas Nusantara || Pekanbaru - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan razia gabungan dan tes urine yang melibatkan aparat penegak hukum pada Kamis, 16 April 2026. 

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam upaya menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Razia dilakukan secara menyeluruh pada blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang di dalam lapas. 

Selain itu, tes urine juga dilaksanakan dan diikuti pegawai dan WBP Lapas Narkotika Rumbai sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta mewujudkan Lapas Narkotika Rumbai yang bersih dari narkoba.

Sekda Siak jadi Pembina Apel, Disiplin dan Kinerja ASN Jadi Sorotan

Siak, kupasnusantara-site — Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, memimpin apel pagi dalam rangka Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Siak, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat disiplin dan meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

Dalam arahannya, Mahadar menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sarana refleksi bagi seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. 

Ia menekankan pentingnya orientasi hasil dalam setiap pekerjaan, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas.

“Setiap pimpinan OPD harus memastikan target kinerja yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal dan terukur,” tegasnya.

Mahadar juga menyoroti masih adanya pelanggaran disiplin di lingkungan kerja, seperti keterlambatan, ketidakhadiran tanpa keterangan, serta ketidakpatuhan terhadap aturan.

Ia meminta seluruh pimpinan OPD untuk lebih tegas dalam melakukan pembinaan dan penegakan disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyelesaian tugas secara tepat waktu dan penuh tanggung jawab. Setiap OPD disebut memiliki peran strategis dalam mendukung visi dan misi kepala daerah serta pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Mahadar turut mengajak seluruh ASN untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Menurutnya, sinergi yang baik antar unit kerja akan menghasilkan kinerja organisasi yang lebih maksimal.

“Bangun kolaborasi yang kuat untuk mencapai hasil terbaik bagi masyarakat Kabupaten Siak,” ungkapnya.

Menutup arahannya, ia mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menjaga integritas dan etos kerja, mengingat setiap kinerja aparatur akan dinilai langsung oleh masyarakat.

Pelaksanaan apel pagi yang diikuti oleh ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, ditutup dengan doa bersama.


(Alonk/MC Siak)

Kamis, 16 April 2026

KTH Tak Bisa Sendiri, Bupati Siak Tegaskan Pentingnya Pendampingan

Siak, kupastuntas-site – Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah III Riau menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengembangan dan pembinaan usaha kehutanan bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani Hutan (KTH), serta masyarakat di sekitar areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di Meeting Room Luxe Riverside Hotel, Kampung Rempak, Siak, sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi kehutanan secara berkelanjutan.

Areal PBPH merupakan kawasan hutan, baik lindung maupun produksi, yang diberikan kepada pelaku usaha untuk pemanfaatan hasil hutan, baik kayu maupun non-kayu, jasa lingkungan, maupun pemanfaatan kawasan. Perizinan ini wajib memiliki peta kerja yang disetujui, berbasis multiusaha kehutanan, serta diproses melalui sistem OSS-RBA dengan penekanan pada prinsip pengelolaan lestari.

Bupati Siak dalam arahannya menyampaikan bahwa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial.

“Perhutanan sosial saat ini menjadi salah satu sumber ekonomi kerakyatan. Program ini telah dimulai sejak masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kelompok Tani Hutan tidak dapat dibiarkan berjalan sendiri dalam mengelola hutan sosial. Diperlukan pendampingan dari berbagai pihak, seperti kementerian terkait, lembaga non-pemerintah (NGO), serta perusahaan, guna mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Menurutnya, saat ini masih banyak KTH yang mengalami kebingungan dalam menjalin kerja sama dan mengelola hutan sosial secara optimal.

“Yang paling penting dalam sektor agraria adalah adanya pendamping, yakni orang yang benar-benar memahami persoalan kehutanan,” tegasnya.

Afni juga mengajak seluruh pihak, khususnya perusahaan yang telah bermitra dengan masyarakat, untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Saya memohon kepada kita semua untuk berkolaborasi. Kepada perusahaan yang telah bermitra dengan masyarakat, tolong masyarakatnya dibina, dilindungi, dan didorong agar menjadi mandiri,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Siak menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin, serta mengingatkan kelompok tani yang telah memperoleh izin agar memanfaatkan izin tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Eko/MC Kab. Siak
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done